PALEMBANG, kabarrthreenka.com- Rabu 12 Agustus 2026 — Dugaan aksi perundungan atau bullying yang terjadi di SD Negeri 81 Palembang kini mendapat sorotan tajam dan perhatian serius dari Pemuda Pancasila MPC Kota Palembang. Organisasi ini mengecam keras setiap bentuk kekerasan dan perundungan terhadap peserta didik, serta meminta pihak sekolah bersama instansi terkait segera mengambil langkah nyata guna menjamin lingkungan pendidikan benar-benar aman dan nyaman bagi seluruh siswa.
Kevien_SKAY, Kabid P2AC-5 Pemuda Pancasila MPC Kota Palembang, meminta Kepala Sekolah beserta seluruh jajaran guru untuk meningkatkan pengawasan terhadap peserta didik. Setiap laporan maupun dugaan perundungan yang masuk wajib ditangani secara serius, transparan, dan tidak boleh dianggap sepele.
“Kami meminta pihak sekolah dan dinas terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah konkret. Anak-anak harus mendapatkan perlindungan yang layak, dan sekolah harus menjadi tempat yang aman, bukan tempat yang menakutkan bagi mereka,” tegas Kevien_SKAY.
Pemuda Pancasila juga menuntut kejelasan dari pihak berwenang mengenai langkah penanganan atas dugaan bullying tersebut, termasuk upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Jika dalam waktu yang dinilai wajar belum ada perubahan maupun tindakan nyata, Pemuda Pancasila MPC Kota Palembang menyatakan siap menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi secara damai dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Langkah tersebut bukan untuk menciptakan kegaduhan, melainkan agar persoalan perlindungan peserta didik mendapat perhatian serius dan diselesaikan dengan tepat. Pemuda Pancasila menegaskan: tidak ada satu pun anak yang boleh mengalami trauma akibat perundungan di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, pengawasan, pencegahan, penanganan yang transparan, serta evaluasi menyeluruh menjadi langkah mutlak yang wajib dilakukan demi terciptanya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. (Herry)






