OGAN ILIR, Sumsel — Program ketahanan pangan yang dikembangkan di PSRABH (Panti Sosial Rehabilitasi Anak Berhadapan Hukum) menunjukkan hasil menggembirakan. Pada Minggu, 14 Desember 2025, sekira pukul 09.00 WIB, bertempat di PSRABH Kelurahan Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, dilaksanakan panen jagung manis sebagai bukti keberhasilan program pembinaan kemandirian pangan.

Kegiatan ini berlangsung di bawah kepemimpinan Bapak Dian Arif, S.Sos., MM, bersama para pembina dan pendamping, yang secara konsisten membina anak-anak binaan melalui pendekatan edukatif, produktif, dan berkelanjutan. Program ketahanan pangan tersebut dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran keterampilan pertanian dan pembentukan karakter.

Dalam keterangannya, Bapak Dian Arif menyampaikan bahwa panen jagung manis ini merupakan hasil kerja bersama yang menekankan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. “Program ini menjadi media rehabilitasi yang positif. Anak-anak binaan dilibatkan sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga mereka memperoleh pengalaman nyata dan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.

Para pembina pendamping turut menegaskan bahwa keberhasilan panen ini mencerminkan efektivitas metode pembinaan yang humanis dan berorientasi masa depan. Selain meningkatkan ketahanan pangan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat kerja sama di kalangan anak binaan.

Dengan capaian panen jagung manis ini, PSRABH Indralaya Utara berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan dan keterampilan produktif lainnya sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

By admin