OGAN ILIR,kabarrthreenka.com–Diberitakan sebelumnya Masyarakat Desa Beringin Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyuarakan kekecewaan tajam terhadap kepemimpinan kepala desa setempat.

Kepala desa beringin dalam Viktor Oktorino,. Angkat bicara terkait polemik bantuan sosial didesanya, Minggu (04/01/2026)

Pada media ini ia menjelaskan, Menurutnya keterangan Warga yang namanya tidak mau di sebutkan, menilai bahwa pemerintahan desa berjalan tidak adil, tidak transparan, dan sarat dugaan praktik nepotisme, itu sama sekali tidak benar dan merupakan penggiringan opini semata

“Bahkan Sejumlah perangkat desa, kader posyandu, pemangku adat, hingga pengurus Koperasi Merah Putih diduga diangkat hampir seluruhnya dari lingkar keluarga dan pendukung dekat kepala desa. Sama sekali tidak benar silahkan di cek ke desa kami bahkan jauh sebelum penunjukan dan pelantikan kami sudah memberikan kesempatan pada warga untuk mendaftarkan diri”Ucapnya pada media ini minggu (04/01/2026)

Jadi kami rasa tidak ada melanggar Pasal 29 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang secara tegas melarang kepala desa membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, keluarga, maupun golongan tertentu”lanjutnya

Kemudian lanjut Viktor, sejak dilantik sampai saat ini saya selalu menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel dan untuk penyaluran bantuan sosial seperti BLT, PKH, dan BPNT. Penerima bantuan diduga didata oleh pendamping bansos sendiri tanpa campur tangan dari pemdes hal ini dibuktikan dengan tidak adanya koordinasi dengan pemdes saat mereka melakukan pendataan

“Sebelumnya kami sudah mendatangi dinas terkait untuk melakukan konfirmasi, namun di jawab mereka akan segera melakukan perbaikan data warga yang kami usulkan sebagai calon penerima baru ke pusat”Ungkapnya

Bila disebutkan penerima bantuan didesa kami ada yang memiliki mobil, kebun luas, hingga rumah mewah, sementara warga yang dinilai layak justru tidak tersentuh bantuan. Sejak kami memimpin sebagai kades data itu sudah ada bahkan ada warga yang sudah meninggal dunia masih terdata sebagai penerima bantuan. Padahal kami dari pemdes sudah beberapa kali melaporkanya ke dinas terkait

“Namun setiap kali data penerima keluar dari dinsos, selalu nama-nama itu juga yang keluar, hal inilah yang jadi pemicu dan polemik di setiap desa di ogan ilir, bukan hanya desa kami saja”Ujarnya

Jadi saya tegaskan sekali lagi tidak ada unsur politik praktis atau pelanggaran netralitas, selama saya memimpin desa, begitu dilantik tidak ada lagi lawan politik atau apapun itu namanya

“Semua saya rangkul untuk kemajuan desa, tidak ada yang dibeda-bedakan. Semuanya sama warga desa beringin dalam. Harapan saya kepada seluruh warga mari kita sama-sama membangun desa dan jangan mudah terpengaruh dengan hasutan oknum-oknum yang tidak bertangggung jawab”Tutup Viktor

By admin