PALEMBANG, kabarrthreenka.com – Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang (FKIP UM Palembang) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Muhammadiyah 3 Palembang.

PKM kali ini fokus pada penguatan sejarah lokal Sumatera Selatan melalui pendekatan budaya kuliner khas daerah, khususnya Martabak HAR sebagai ikon kuliner Palembang.

Kegiatan yang bertema “Penguatan Sejarah Lokal Sumatera Selatan melalui Pengenalan Sejarah Kuliner Khas Palembang (Martabak HAR)” ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah.

Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala SMA Muhammadiyah 3 Palembang Novianti, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program kolaboratif tersebut.

Ia menyatakan bahwa kegiatan edukatif seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan sejarah siswa dengan cara yang menarik dan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr. Yuliarni, S.Pd., M.Hum mewakili tim PKM.

Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya penguatan sejarah lokal sebagai bagian dari pembentukan jati diri peserta didik.

“Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya berakhir pada PKM hari ini. Namun, dapat berlanjut ke depan dalam bentuk program pendidikan sejarah lainnya,” sampai Yuliarni.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan edukasi mendalam tentang sejarah lokal Palembang yang tercermin dalam kuliner daerah.

“Serta menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus melestarikan kearifan lokal di tengah tantangan globalisasi,” ungkap Yuliarni.

Materi utama disampaikan oleh Dr. Apriana, M.Hum selaku Ketua Tim PKM yang mengulas sejarah perkembangan Martabak HAR sebagai salah satu identitas kuliner Palembang yang lahir
dari proses akulturasi budaya dan membawa nilai sejarah panjang serta menjadi bagian penting dari perjalanan kuliner di Sumatera Selatan.

Kegiatan PKM ini turut melibatkan seluruh anggota Tim PKM dari para dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP UM Palembang, termasuk dukungan aktif dari mahasiswa.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif, ditandai dengan diskusi dan antusiasme tinggi dari para siswa yang tertarik menggali lebih dalam sejarah lokal melalui perspektif kuliner.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan siswa semakin memahami pentingnya sejarah lokal sebagai modal kebudayaan daerah dan termotivasi untuk terus melestarikan tradisi, nilai, dan identitas Palembang. (*)

By admin